Memang gak banyak orang yang bisa konsisten dengan janji. Walaupun sudah ditulis dan berkekuatan hukum.
Saya punya banyak piutang pribadi yang macet. Beberapa kasus sudah dibawa ke peradilan perdata. Rumor mengatakan bahwa “ngurus” urusan begini lebih baik pake debt collector, daripada menempuh jalur hukum. Kenyataan nya memang begitu, karena lewat jalur formal malah nambahin banyak pengeluaran *udah gw yang rugi…tapi gw yang nombokin juga ya?*
Sampai saat ini saya gak mau pake debt collector karena masih menunggu itikad baik dari debitor. Jumlah totalnya lumayan lah. Sembilan digit. Cukup untuk membuat usaha baru. Sayangnya debitor-debitor ini pinter cari alasan, mulai dari global crisis, rumah belum bisa dijual, sampai yang ngilang begitu saja pun ada.
Bagi yang menghilang, saya ketawa saja. Disangkanya bisa sembunyi di dunia ini. Mungkin iya untuk sementara, tetapi saya tidak akan meng-ikhlas-kan utangnya itu. Jadi bagi yang menghilang, silahkan diurus nanti dengan malaikat Tuhan.
Sekarang, saya sedang menekuni kembali forex yang sudah saya jalani sejak 2004. Dengan memakai metatrader platform, berbagai strategi dan indikator baru bisa dikombinasikan untuk membuat sebuah EA, atau simply sebuah alert utk mengambil posisi.
Setelah hampir 7 bulan ditinggalkan, sekarang waktunya kembali mengerjakan PR bisnis saya. Kompleks juga permasalahannya, karena ini menyangkut restrukturisasi utang dan planning untuk meningkatkan produksi. Dengan sistem perbankan yang tidak begitu mendukung sektor agro dan pertambangan, cukup sulit untuk mencari tambahan modal kerja. Mudah2 an bisa kelar dalam waktu yang singkat. Not more than 30 days yaa. Itu batas ketahanan keuangan saya. hehehehehe. Amiiin.
Tuhan, saya hanya menginginkan yang terbaik bagi bangsa ini. Amiin.
